Jumat, 01 Juli 2011

Puisi Untuk Ibu


Puisi Untuk Ibu
Puisi Untuk Ibu

Ibu, dimanakah engkau berada?
Ibu, bagaimana kabarmu?
Ibu, masih ingatkah kau kepadaku?
Aku ada disini,bu
Menunggumu, mencarimu, dan mau mengampunimu
Walaupun kadang terasa berat hati
Engkau pergi meninggalkan kami
Dengan suatu alasan dan visi-misi tertentu
Oh…….Ibu
Terima kasih untuk segala pengorbananmu
Aku ingin mempersembahkan pikiran, hati, jiwa
Untukmu dengan sepenuh hati
Nanti saat kita bertemu di suatu tempat
Kau akan melihat anakmu yang sudah sukses
Di masa depan yang baik
Kenangan indah smoga bisa terukir di sanubar
I Love U mom

Menikah Muda, Tak Hanya Menyoal Cegah Seks Bebas..


image
Rifki Balwell - Risty Tagor
Oleh Er Maya Nugroho
BAGAI mode yang berulang dan tengah menjadi tren, fenomena kawin muda kini sepertinya sedang diminati kalangan remaja. Seperti juga dialami pasangan muda pesohor negeri ini, Risty Tagor dan Rifky Ballwell yang sepakat menikah muda.
Sebuah hal yang positif, ketika menilik pengalaman 'senior'nya di dunia selebriti, Risty dan Rifky lalu berusaha meneladani pasangan Ferdy Hasan dan Safina atau Tengku Firmansyah dan Cindy Fatikasari, yang memutuskan menikah muda dan sampai kini masih membina rumah tangga yang harmonis.
Adalah alasan realistis keduanya untuk berumah tangga, seperti diungkap paman Risty, Tauhid Tagor, "Karena mereka mendamba memiliki anak dan cucu kelak, dalam usia yang masih produktif"
"Yang terpenting, ketika keduanya sudah mantap membina rumah tangga di usia muda, yang kita lihat adalah mental dan kesiapannya, Insya Allah mereka bisa," tambahnya.
Ya, tak hanya sekedar siap secara mental, pekerjaan yang terbilang mapan dan penghasilan yang cukup, juga menjadi alasan Risty dan Rifky untuk segera mengakhiri masa hura-hura itu dan kini siap menjalani kehidupan panjang berumah tangga.

Dulu dan kini

Dulu, orang tua memang menolak anaknya menikah muda karena berbagai alasan. Kisah Siti Nurbaya cukuplah menjadi contoh. Dijodohkan, nikah muda dan lalu mati sia-sia. Namun kenyataannya, kini justru banyak remaja yang memutuskan kawin muda. Mengagetkannya, ini terjadi pada sebagian remaja-remaja di ibu kota.
Nia Ramadhani yang dinikahi pengusaha muda, Aldi Bakrie merasa keputusannya menikah muda adalah tepat. Tak lagi sebatas merasa asyik, namun menikah muda baginya adalah sebuah kebebasan karena hubungan itu sudah 'dihalalkan' dalam satu ikatan suci pernikahan.
Seperti juga pengakuan Irma (16) pelajar SMA Swasta di Semarang yang melihat menikah muda sebagai pilihan tepat yang patut dicoba agar terhindar dari perbuatan dosa, seperti hubungan seks sebelum menikah.
Namun, semua itu kembali pada pilihan masing-masing. Karena perlu persiapan matang untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dipilih. Toh, pernikahan memang tak hanya menyoal seks dan menjaga kehormatan saja. Dan jika merasa belum mampu menjaga syahwat, Rasul pun bersabda, "maka berpuasalah kamu.."
Nikah Muda = Cerai?
Namun keberanian menikah muda tanpa mempertimbangkan banyak sisi memang hanya akan menjadi masalah dikemudian hari. Dan bukannya ingin mengecilkan hati para pengikut 'nikah muda', tetapi tampaknya masih banyak perkawinan usia muda yang berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian, apalagi di daerah-daerah.
"Kebanyakan yang gagal itu karena kawin muda. Namun dalam alasan perceraian tentu saja bukan karena alasan kawin muda, alasan ekonomi dan lain sebagainya juga jadi pertimbangan. Tetapi masalah tersebut tentu saja sebagai salah satu dampak dari perkawinan yang dilakukan tanpa kematangan usia dan psikologis," ungkap psikiater, H. Prof. Dr. dr.Dadang Hawari, dari Universitas Indonesia.
Mati Sia-sia
Usia muda yang sarat dengan gejolak dan hasrat yang menyalak keluar raga, berbanding lurus dengan tingkat reproduksi yang tinggi. Kelahiran buah cinta kemudian menjadi perjuangan mati-matian ibu muda usia dalam menjalankan kodrat kewanitaannya. Berdasar catatan Ubaydillah, 2000 yang dilansir CyberNews, kehamilan usia muda beresiko terhadap kandungan dan nyawa sang ibu dan janinnya.
Pasalnya, emosional ibu muda belum stabil sehingga kerap dihampiri perasaan tegang dan takut melahirkan. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat tegang saat hamil, pun timbulnya sikap 'menolak' karena ibu belum siap mengandung bayinya di usia muda.
Ibarat remaja masih perlu tumbuh meranum, tubuh mereka harus siap mengandung janin yang terus berkembang. Adanya faktor gizi, pengetahuan ibu hamil hingga emosional yang labil tentu saja menjadi penentu kualitas dari janin yang dilahirkan. Dan menurut ahli jiwa, dr. Zainie Hassan A.R.Sp.K.J, kematian ibu melahirkan terkait juga dengan ketaksiapan ibu muda dalam menghadapi kehamilan dan kelahiran.

Banyak Sisi

Idealnya, menurut UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan, usia dewasa dalam menapaki tangga pernikahan adalah perempuan berusia minimal 16 tahun dan laki-laki berusia 19 tahun. Namun realitanya, kematangan seseorang tak hanya diukur dari usia saja, tetapi juga bergantung pada tingkat emosional, latar belakang pendidikan, sosial dan banyak sisi lainnya.
Seperti halnya Risty dan Rifki yang menikah muda karena pertimbangan merasa sudah siap mental. Ya, karena faktanya usia bisa saja menipu, karena kedewasaan seseorang tak hanya menilik dari berapa usia kita. Namun, yang terpenting dari sebuah keputusan menikah muda adalah kesediaan melihat lebih dalam lagi apa sebenarnya tujuan berkeluarga dan membina rumah tangga.
Seperti yang diuraikan dalam fungsi keluarga versi BKKBN, bahwa pasangan yang menikah kelak harus berpikir jauh ke depan, melihat juga dari sisi kualitas sebuah keluarga yang meliputi agama, sosial budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi sehat, sejahtera, sosialisasi pendidikan, ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Persoalannya nanti tak hanya sekedar menyatukan perbedaan selera atau cara pandang dan juga cinta, tetapi akan ada hal-hal kompleks yang mengiringinya. Mulai dari masalah ekonomi, budaya, reproduksi sehat, juga pendidikan hingga keluarga besar.
Benar jika menikah muda seperti layaknya tren mode. Namun bijaknya harus mempertimbangkan pas atau tidaknya tren mode itu melekat pada diri Anda. Jadi, sudah siapkah menikah muda?

selingkuh???

Selingkuh itu indah dan sehat namun para pelakunya wajib/harus tetap menjaga konsekuensi dari maksud dan tujuan berselingkuhnya. Jika anda benar-benar konsekuen maka mudah2an anda akan beruntung mendapat pengalaman dan pelajaran baru bagi anda dan orang lain.

Mengapa Indah ?
sebab selingkuh bisa membuat seseorang menjadi merasa kembali seperti baru pertama kali berpacaran, suasana hati pun menjadi indah.

Mengapa Sehat ?
sebab seseorang yang memiliki keadaan hati yang indah bisa membuat otak dan fikirannya menjadi lebih fresh, suasana fikiran segar dan nyaman.
Selingkuh

Selingkuh

Mengapa harus menjaga Konsekuensi ?
Setiap orang yang akan berselingkuh harus mempunyai tujuan dari perselingkuhannya, sehingga perselingkuhan tersebut menjadi lancar dan terarah dan tidak mempertebal masalah apabila sedang mengalami kekalutan asmara.

Apabila anda seorang suami/istri/pacar berselingkuh maka dianjurkan untuk tidak sedang mencari cara untuk permusuhan / perselisihan / perceraian, sebaiknya perselingkuhan yang anda lakukan adalah semata untuk mencari jawaban mengapa anda jadi begini.

Jangan nodai perselingkuhan anda dengan niat nafsu sex semata, sebab jika demikian berarti sudah tidak sehat, dan saya anjurkan sebaiknya anda berpisah/bercerai saja secara baik2 barulah anda mencari pasangan yang anda senangi.

Umumnya orang berselingkuh itu karena diawali dengan adanya ketidakharmonisan hubungan dengan pasangan. Nah.. pada saat anda berselingkuh seharusnya anda berfikir dan memahami kenapa anda begitu baik, begitu harmonis, begitu lembut kepada pasangan selingkuh anda. Mengapa dengan pasangan anda yang sebenarnya anda tidak melakukan hal-hal seperti yang anda lakukan terhadap pasangan SLI anda. Bagaimanakah cara memindahkan perasaan, suasana dan tata cara peristiwa seperti itu kepada pasangan anda yang sebenarnya.

Saya rasa anda lebih tahu cara untuk menerapkannya kepada pasangan anda yang sebenarnya.

Mengapa selingkuh bisa menguntungkan ?

Dengan selingkuh anda bisa melakukan studi perbandingan terhadap pasangan anda.
Dengan selingkuh anda bisa mengembalikan kelembutan anda pada pasangan anda yang selama ini terkikis.
Dengan selingkuh anda akan menjadi lebih matang dan dewasa dalam bertindak dan berfikir.
Dengan selingkuh anda akan mendapatkan sebuah pengalaman baru dalam hidup anda, sehingga anda bisa menceritakannya pada orang lain. terutama pada diri anda sendiri.
Dengan selingkuh anda bisa mempelajari dan memahami perasaan orang lain. – Dengan selingkuh yang sehat dan konsekuen mudah-mudahan keharmonisan hubungan anda dengan pasangan anda yang sebenarnya akan kembali menguat dan semakin erat.

Pacaran Sehat..apaan tu..

Remaja dan pacaran. Kayaknya dua hal ini semakin sulit dipisahkan. Kalau kita udah merasa cukup Gedhe, rasanya nggak gaul kalo kita nggak punya pacar. Malu dong sama temen temen, kesannya nggak laku banget! Bener nggak sih?? Ketakutan nggak punya pacar bisa bikin remaja pada nekat lho! “Pokoknya dapet pacar, siapa aja, asal mau sama aku..” hehehehe…gimana kalo pacarmu penjahat? Atau lebih gawat lagi kalo lama nggak dapat dapat, maka rasa percaya diri makin lama makin ilang, kita jadi minder, menutup diri, dan sedih bekepanjangan. Terus ada juga mereka yang “beruntung” punya pacar cakep, saking bersyukurnya apa aja kemauan pacar dikabulkannya, gara gara takut “lepas”. Jadi yang namanya pacaran tuh ternyata gampang gampang susah. Jaman sekarang orang pacaran banyak banget godaannya (apalagi pacaran, nggak punya pacar godaannya juga udah banyak!). Tiap hari ada aja cerita tentang orang pacaran terus “kecelakaan”, maksudnya hamil nggak sengaja, terpaksa nikah, aborsi, jadi korban pelecehan pacar sendiri, jadi stress karena back street, kena penyakit kelamin, dll.
Pacaran atau tidak itu adalah sebuah pilihan. Nggak ada lagi aturan yang mengatakan bahwa remaja tuh nggak gaul kalo nggak pacaran. Kalau nggak pengen pacaran, ya kita nggak usah pacaran. Orang pacaran musti jelas motivasinya, dan harus positif. Kalo nggak, mending nggak usah aja. Jangan salah mengartikan gaul ya. Yang namanya gaul tuh justru mereka yang percaya diri, berprestasi, tahu apa yang dia mau, dan tentu saja tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia memang nggak mau.
Nah kalo kita mau pacaran, pastikan deh gaya pacaran kita itu masuk kategori pacaran sehat. Yang namanya pacaran sehat bukan berarti tiap kali ngapel kita sambil push-up, main basket atau senam aerobic lho! Pacaran sehat itu berarti pacaran yang tidak “bikin penyakit”. Maksudnya pacaran yang bertanggung jawab, jelas tujuannya, dan tidak merugikan satu sama lain.

Nah, bagaimana gaya pacaran kita bisa disebut sehat?
1. Sehat fisik
Sehat secara fisik berarti enggak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum cewek. Pokoknya, dilarang saling memukul, menampar, apalagi menendang. (he-he-he…)

2. Sehat emosional
Hubungan kita dengan orang lain akan terjalin dengan baik apabila ada rasa nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Kita enggak cuma dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang penting lagi adalah bagaimana kita mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Kita memang enggak boleh juga melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain, termasuk pacar kita.

3. Sehat sosial
Pacaran tidak mengikat. Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga. Kalau pagi, siang, dan malam selalu bareng sama pacar, bisa bahaya lho! Kita enggak bakalan punya teman. Dan bukan enggak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau, kan?

4. Sehat seksual
Secara biologis, kita yang masih remaja ini mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik. Kalau diteruskan, bisa enggak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga. Artinya enggak melakukan hal-hal yang berisiko.

Trik Pacaran Sehat

-Mesra tapi Wajar

Pasti banyak banget orang yang ga suka ngeliat kemesraan yang berlebihan.

Amannya sih.... kamu tunjukin & ungkapin sisi romantis yang pengen dikasih

ke pacar dengan sesuatu yang ga bikin orang lain risih.



- Ngerti Sikon

Pacaran & mesra2an juga harus kenal waktu & tempat kan? Kalo kamu

pengen keliatan mesra di hadapan temen2 pasti juga ada waktunya. Jangan

waktu lagi bikin tugas bareng temen2, yang lain lagi pada serius, kamu ma

pacarmu malah asyik mesra2an. Wah bisa ditendang lo..!



- Punya Prioritas

Kamu harus tau apa kewajibanmu di kampus / skull. Kamu punya banyak

temen & kamu punya hak sebagai seorang pacar. Kalo emang ada tugas yang

harus kamu kerjain buat kepentingan kampus / sekolah, ya kamu kerjain dulu,

atau janji yang harus ditepati ma temen. Sekali-kali nolak ajakan pacar juga

ga pa pa koq.



- Tetep Mandiri

Punya pacar sekampus / sesekolah harus bikin kamu tetep mandiri kayak pas

kamu belum punya pacar. Apa yang bisa kamu kerjain sendiri, nggak perlu

minta bantuan pacar atau maksa dia buat bantu kamu. Sisi kemandirianmu

bakal bikin pacarmu makin sayang & respect. Dia nggak bakal rugi pacaran

ma orang yang mandiri n nggak ngrepotin. Pasti dia bakal bangga!



- Bagi Waktu

Dengan segala macem kesibukanmu, so pasti kamu harus bisa bagi waktu.

Kapan buat belajar, kapan maen2 ma temen, kapan waktunya nge-date, n

kapan buat kesibukan lainnya.





Don't :



- PDA a.k.a Public Display of Affection

Maksudnya.... ga usah deh mesra2an di depan banyak orang. Kemesraan

gak perlu diekspose gede2an koq! Tanpa harus gandeng tangannya tiap waktu,

kamu masih tetep pacarnya. Percaya deh! Gak usah pake peluk2an ato

bahkan cium2an di depan umum. Wah ga bangeeetz!



- Terlalu Eksklusif

Gini nih, kalo pacaran ma yang sekampus / sesekolah, pengennya kemana-mana

berduaaa terus. Repot deh! Eksklusif bangeeet! Hello... kalo gitu kapan kamu

mau bersosialisasi ma temen2mu? Coba deh pikir, kalo ntar kamu n pacarmu

putus? Kamu bisa gak punya temen donk!



- Buat Pameran

Kalo pacaran cuma dianggep gaul, apalagi biar keliatan laku di pasaran,

atau buat cari popularitas doang, mending gak usah pacaran sekalian deh!

Pacaran tuh jangan buat kebutuhan pameran doang dong!



- So....Bollywood

Pacaran bukan berarti harus maksa mesra2an di depan umum kan?

Makan harus suap2an, nggak bisa jalan bareng sebelahan bareng

malah lari2an ala film Bollywood. Nggak banget deh!



- Jadi Tukang Boong

Sering banget bikin temen2 sebel karena tinggalin mereka demi pacar,

kamu jadi punya kebiasaan baru, boong! Sibuk ndiri ma pacar, mulai ikut

dia dari ekskul, nongkrong, hang-out berdua, atau bantu pacar ngerjain PR.

Terlalu pentingin pacar bisa mengacaukan semua, ditambah kebiasaan buruk

baru yang bakal berdampak pada image kamu di depan temen2!